Hiking dan Aksi Tanam Pohon Alpukat Warnai Penutup Kegiatan Pramuka

Hiking 9 KM dan Aksi Tanam Pohon Alpukat Warnai Penutup Kegiatan Pramuka SMAN 1 Pengasih

SMAN 1 Pengasih mengakhiri kegiatan Pramuka semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026 dengan menggelar kegiatan Hiking sejauh 9 kilometer yang sekaligus menjadi bagian dari penilaian. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025 dengan rute Balai Budaya Tuksono, Sentolo – Ngentakrejo, Lendah – Kamijoro, Sentolo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 216 Pramuka Penegak, didukung oleh 35 anggota Sangga Kerja serta 12 pembina Pramuka SMAN 1 Pengasih. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Wakil Panewu Lendah, Ketua Komunitas Progo, warga Kalurahan setempat, perwakilan SAKA Kalpataru, serta seluruh Pramuka Penegak SMAN 1 Pengasih.

 

Hiking ini bertujuan untuk melatih ketahanan fisik dan mental peserta didik, menumbuhkan jiwa kemandirian, kerja sama, serta kepemimpinan di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung di alam terbuka untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menghadapi tantangan dengan sikap tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa generasi saat ini tetap kuat dan tangguh, tidak kalah dengan generasi sebelumnya.

Sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi penanaman 60 pohon alpukat yang dilaksanakan di area eks penambangan pasir Nglatihan 1, Ngentakrejo, Lendah. Penanaman pohon ini bertujuan untuk mendukung upaya penghijauan lahan kritis, memperbaiki kondisi lingkungan, serta mencegah terjadinya erosi. Selain itu, pohon alpukat dipilih karena memiliki nilai ekologis dan ekonomis, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan penanaman pohon ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. SMAN 1 Pengasih secara konsisten telah melaksanakan kegiatan serupa dalam berbagai kesempatan, baik pada akhir semester gasal maupun semester genap. Jenis tanaman yang ditanam pun disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat, serta berdasarkan masukan dari masyarakat dan pihak terkait. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik secara berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepramukaan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Terbaru