Pagelaran Busana Adat Berbasis Daur Ulang dalam Rangka Pagelaran Karya Kokurikuler Akhir Semester

Sebagai bagian dari rangkaian Panen Karya akhir semester, SMAN 1 Pengasih mengadakan kegiatan Pagelaran Karya Kokurikuler yang menggabungkan budaya dan perhatian terhadap lingkungan lewat peragaan busana tradisional Indonesia yang dibuat dari sampah daur ulang. Acara ini berjudul “Peragaan Busana Adat Indonesia dari Sampah Daur Ulang” dan menjadi salah satu fokus utama dalam pameran karya siswa yang diadakan pada Senin, 17 November 2025 di depan laboratorium kimia. Acara dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN1 Pengasih, Eko Mulyadi,S.Si.,M.Si di upacara pembukaan yang dilakukan di lapangan depan. Kegiatan peragaan ini berlangsung dari pukul 11.oo WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari berbagai kelas yang menampilkan pakaian adat dari berbagai daerah seperti Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Yang unik dari acara ini adalah bahan pakaian yang dipakai—semuanya terbuat dari limbah tak terurai seperti plastik bekas, kertas koran, bungkus makanan, dan karung goni. Melalui ide kreatif, para siswa berhasil mengubah bahan-bahan ini menjadi pakaian yang indah dan memiliki makna budaya yang dalam. Setiap penampilan disertai dengan penjelasan singkat tentang filosofi pakaian adat yang dikenakan dan cara pembuatan kostum dari bahan daur ulang. Penampilan siswa-siswa ini mendapat respon positif dari para guru, dan penonton yang hadir. Selain menampilkan keindahan dan kearifan lokal, acara ini juga menyampaikan pesan penting tentang menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan cara yang kreatif. Dalam berjalannya kegiatan, peragaan busana ini dinilai oleh wali kokurikuler di setiap kelasnya.

Dengan kegiatan ini, sekolah berharap dapat membentuk sifat siswa yang mencintai budaya, peduli pada lingkungan, dan dapat menciptakan karya yang baru. Pertunjukan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menginspirasi dan membentuk nilai-nilai kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Terbaru