Geguritan dan Puisi: Ekspresi Pemuda Literat dalam Gebyar Bahasa 2025

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra 2025, Perpustakaan Pustaka Ananta Loka SMAN 1 Pengasih menggelar serangkaian lomba yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa dan sastra Indonesia, termasuk kekayaan sastra daerah. Selain memperingati bulan bahasa, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperingati Hari Pahlawan dan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan peringatan bulan bahasa tahun ini mengusung tema “Gebyar Bahasa: Semangat Pemuda Literat untuk Bangsa Indonesia yang Berdaulat”.  Kegiatan ini yakni terdiri dari Lomba Membaca Geguritan dan Membaca Puisi, yang dilaksanakan pada hari Senin, 17 November 2025, digelar bersama-sama dengan kegiatan Pagelaran Kokurikuler siswa Kelas X di depan laboratorium Kimia.

Lomba membaca geguritan dan membaca puisi ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang kelas. Dikarenakan banyaknya peminat dalam mendaftar lomba, sehingga dilaksanakan seleksi secara online dan menghasilkan kontestan lima besar, dan dilaksanakan babak final pada tanggal 17 November 2025. Peserta lomba membaca geguritan mengenakan busana tradisional, para peserta tampil membawakan geguritan berbahasa Jawa dengan penuh penghayatan. Penampilan peserta dinilai berdasarkan aspek wirama, wirasa, wicara dan wiraga. Juri dalam lomba membaca geguritan ini yakni berasal dari guru Bahasa Jawa ibu Yuniarti,S.S dan kepala tata usaha ibu Maryani, S.Pd.,M.Pd. Sementara itu, lomba membaca puisi berbahasa Indonesia tak kalah semarak. Para peserta membawakan puisi karya penyair nasional dengan penuh semangat dan penghayatan. guru Bahasa Indonesia yakni ibu Etik Sumarni, S.Pd dan ibu Widyah Hartati,S.Pd. Suasana berlangsung meriah karena juga disaksiskan oleh seluruh kelas X yang juga akan menyaksikan pagelaran kokurikuler.

Harapan yang besar mengiringi pelaksanaan lomba Bulan Bahasa tahun ini. Semoga acara ini bisa menjadi tempat yang berarti bagi generasi muda untuk menunjukkan cinta mereka terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Lomba ini lebih dari sekadar kompetisi, diharapkan bisa meningkatkan semangat membaca, kreativitas, dan rasa bangga terhadap budaya kita. Dengan berbagai karya dan partisipasi aktif dari peserta, semoga Bulan Bahasa menjadi momen untuk memperkuat identitas bangsa, membuka wawasan tentang bahasa, dan mendorong keberlangsungan tradisi literasi di sekolah dan masyarakat. Diharapkan, semangat yang muncul dari lomba ini akan terus ada dan berkembang, sehingga bahasa Indonesia tidak hanya menjadi alat berbicara, tetapi juga inspirasi dan pemersat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Terbaru